Huahahaha... kalo dipikir-pikir... Hmmm... Gimana ya... saya ini -_-'
Jadi daripada kata-kata bijak itu nongkrong percuma di buku catatan, diary, buku tulis, buku coret-coretan, hp, tablet, laptop, dan..... langeng sebagainya, saya akhirnya memutuskan untuk menshare semuanya ke teman-teman di blog. (baek banget kan ya? ;) *plakk
Dan kali ini saya mau berbagi kata mutiaranya Bunda Asma (saya dan teman-teman komunitas bisa menulis biasa menyebutnya begitu) di Novel 17 Catatan Hati Ummi.
By the way, tahu novel ini nggak? itu lho... yang ceritanya tentang Ummi Aminah si Pendakwah, punya anak tujuh dan bla bla bla. Selebihnya bisa temen-temen baca sendiri karena novel ini bagus gus gus gus banget. Cocok untuk dijadikan kado buat Ibunda tercinta <3 Terakhir kali saya mencari novel ini sepertinya novel ini sudah hilang dari atmosfir perbukuan dan nggak ada di toko buku lagi. Mungkin cetakannya sudah habis dan nggak mencetak lagi (sayang banget padahal ama isinya). Tapi temen-temen tenang aja karena sebagian masih ada yang menjual novel ini secara online. Cek di google. Saya pribadi sudah mencek sendiri waktu mau membelikannya untuk ibu saya.
Oke... daripada berpanjang kata terus inilah dia kata-kata bijak itu
©
Ibu adalah puisi yang tak
terkatakan.
©
Dengan menatap lautan di
matamu, bisa ku rasakan apakah aku berada di surga, atau neraka.
©
Ujian yang Dia tawarkan,
semata untuk mengukur, adakah kemuliaanmu kian bertambah.
©
Cinta adalah perpaduan
antara keinginan, dan sesuatu yang tak bisa kau hindari.
©
Bahkan misteri surga bisa
terbaca, pada anak-anak yang menebarkan ketaqwaan, di setiap udara yang mereka
hembuskan.
©
Lebih banyak luka dibanding
cinta, pada hasrat yang tersesat.
©
Keindahan tuhan, melekat
pada kuncup bunga mawar, pada sekumpulan burung yang pulang senja, dan pada
tangan yang menawarkan keramahan.
©
Kemuliaan dibangun dnegan
cinta kasih, bukan dengan kekuasaan, dan loyalitas duniawi.
©
Usia seperti jalan setapak,
yang setiap hari kita lalui, kita senantiasa mengingat apa yang sudah terjadi,
dan tetap saja menerka-nerka, apa yang bakal terjadi.
©
Maka hanya di kedamaian dan
cinta, ku letakkan pengetahuan-Mu yang ku baca.
©
Meski sejatinya adalah
anugerah, terkadang cinta, memilih takdirnya sendiri.
©
Kata-kata yang muncul dari
rahim perempuan itu
Menguapkan aroma duka dan cinta-Nya.
©
Bahkan meski cinta sendiri
yang datang menyapa, diperlukan banyak hal untuk memaknainya.
©
Bagi orang yang beriman,
ujian ibarat cinta-Nya yang sesaat saja, tersembunyi.
©
Dusta memerlukan jalan berliku,
sedang kejujuran hanya memerlukan satu jalan, cinta.
©
Kebahagiaan tidak terletak
pada cara memulai atau mengakhiri sebuah perjalanan, tapi pada bagaimana
menikmati sebuah proses.
©
Dan ketika Tuhan menyeru,
bacalah!
Segera saja nasib mengeja kisah-kisahmu dalam
belantara bernama waktu.
Kalau ada pertanyaan, "Sudah itu aja, Min?" | maka gue jawab, "Iyaa, itu ajaa..." -_-' (padahal prolognya banyak banget)
No comments:
Post a Comment